Select Menu

Kristologi

Wisata

Kristenisasi

Akhlaq

Kerajaan

Dunia Islam

Akidah

» » » Penyimpangan Agama Kristen (Bagian 1 dari beberapa bagian)


BAB I

PENDAHULUAN



Islam sebagai agama rahmatan lilalamin (rahmat bagi semua alam), yang telah dilegalisasi oleh Allah SWT sebagai satu-satunya agama yang diridhoi-Nya di muka bumi ini, sudah sewajarnya mengkritisi dan mementahkan agama selainnya. Dalam perjalanannya, agama Islam yang di bawa oleh Nabi terakhir Muhammad saw telah melalui masa dimana umat manusia yang kikir yang dikehendaki Allah dengan keburukan banyak menelurkan paham-paham dan ajaran-ajaran baru.

Agama Kristen yang dibawa Nabi Isa as, memang lebih dulu diturunkan Allah bagi umat manusia ketimbang agama Islam yang diturunkan beberapa abad setelahnya. Namun Islam sebagai agama baru (ketika itu) tidaklah menyalahkan apalagi mengkafirkan agama sebelumnya, baik Yahudi maupun Nasrani (Kristen) dianggap sama-sama agama yang diturunkan Allah. Bahkan salah satu tujuan diturunkannya agama Islam adalah untuk melengkapi dan menyempurnakan ajaran-ajaran (syariat-syariat) agama-agama samawi sebelumnya, terutama agama Nasrani (Kristen) yang “masa berlakunya” tidak begitu jauh.

Pertanyaan yang cukup menarik adalah: Mengapa yang dibahas adalah Islam dan Kristen?, dalam hal ini ada beberapa hal penting yang mendasarinya:

1. Agama Islam dan Agama Kristen memiliki pemeluk terbanyak pertama dan kedua di dunia.

2. Walau pun kita mengenal berbagai Agama yang ada di dunia ini seperti Islam, Kristen, Yahudi, Shinto, Budha, Hindu, kong Hu Chu dan lain-lain, namun agama Islam dan agama Kristen merupakan dua agama yang berkaitan erat, karena Nabi Isa as yang diutus sebagai Rasul Allah untuk bani Israil dalam Islam, dijadikan Tuhan dan satu-satunya Juru Selamat dalam Kristen.

3. Agama Islam mengajarkan tauhid sebagaimana yang juga diajarkan Nabi Isa as, sementara Kristen mengajarkan Trinitas dengan menyandingkan Nabi Isa as dengan Allah dan Roh Kudus sebagai tiga Tuhan dalam satu.

4. Umat Islam diperintahkan oleh Allah untuk menjalankan dakwah Islam menghimbau umat Kristen yang sesat agar kembali ke jalan yang lurus, sementara misi Kristen “katanya” diperintah oleh Yesus untuk mengkristenkan semua orang termasuk umat Islam.

Inilah beberapa hal yang ditemukan dalam agama Islam dan Kristen, yang tidak ditemukan antara agama Islam dengan agama lainnya, atau antara agama Kristen dengan agama lainnya. Dengan demikian terlihat bahwa dakwah Islam memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan umat Kristen, sementara misi Kristen juga memiliki dampak langsung terhadap keimanan umat Islam.

Banyak bahan sebetulnya yang dapat digunakan sebagai senjata untuk membantah agama-agama sesat, hal ini wajar karena secanggih apapun suatu kemungkaran/kesesatan ditutup-tutpi akan datang masanya kesesatan itu digugat dan diluruskan. Begitu pula dengan agama Kristen, banyak bahan yang dapat digunakan untuk mementahkan ajaran-ajaran sesatnya. Baik ajaran-ajaran pokoknya maupun cabang-cabangnya. Al-Qur’an sebagai mukjizat yang sempurna, banyak mempersenjatai para Dai dengan argumen-argumen yang tak terbantahkan. Bahkan akal yang terbatas sekalipun mampu mementahkan dogma-dogma pokok dalam ajaran Kristen. Kesemuanya ini membuktikan kepada kita bahwa Agama Kristen yang berkembang saat ini adalah sebuah karya dari seorang makhluk yang bernama manusia. Walaupun tak dapat dipungkiri sisa-sisa ajaran murni (tauhid) masih kental mewarnai.

Penulis dengan segala keterbatasan yang dimiliki, mencoba menelusuri langkah-langkah yang telah dirintis oleh para senior dakwah dibidang teologi Kristen. Dengan maksud ingin menghadirkan kepada pembaca semua bagaimana Agama Islam sebagai agama yang lurus meluruskan kembali agama Kristen yang telah dibengkokkan ajaran-ajaran sucinya oleh oknum-oknum pemeluknya.



BAB II

SEJARAH SINGKAT AGAMA KRISTEN



1. Sejarah Kristen dan Tokoh-Tokohnya

Kristen adalah agama Masehi yang di turunkan kepada Isa a.s. untuk menyempurnakan ajaran-ajaran (Risalah) Musa as yang ada dalam Taurat, ditujukan kepada Bani Israel, yang menyerukan kepada upaya menghaluskan perasaan dan meningkatkan (mempertinggi) nurani dan jiwa.[1]

Ada segelintir tokoh yang di sangkutkan dengan agama Kristen ini, diantaranya:

1) Zakaria as.

Zakari As. adalah salah satu nabi Bani Israel. Ia telah mentahbiskan dirinya unutk berbakti kepada Haekal Suci di Palestina. Ia telah dipilih untuk menanggung Maryam, dan Allah telah menganugrahkan kepadanya (ketika tua) Yahya As.



2) Yahya as.

Ia adalah salah satu nabi Bani Israel, pernah membaptis masyarakat di sungai Yordan untuk membersihkan mereka dari segala dosa. Ia juga telah membaptis Isa As. ia mati terbunuh atas perintah raja Herodos di palestina setelah menentang keinginan raja Yahudi itu untuk di jodohkan dengan puteri saudaranya,



3) Maryam Putri Imran

Imran ayah Maryam adalah salah seorang pembesar Bani Israel. Istrinya pernah mandul, tetapi kemudian Allah menganugrahkan seorang puteri, yang kemudian dinamai maryam. Oleh karena itu, ia bernadzar untuk berbakti kepada Haikal dan beribadah di dalamnya. Adapun Maryam, ia adalah seorang wanita shalihah dan suci. Salah satu wanita pilihan Allah yang dikehendaki dengan kebaikan.





4) Isa as.

Dilahirkan di Bethlehem dari ibunya Maryam, ia lahir tanpa ayah. Allah telah meniupkan ke dalam dirinya ruh Isa As. oleh sebab itu, kelahiran Isa adalah suatu peristiwa yang tidak biasa. Kejadian itu dimaksudkan agar menjadi pelajaran bagi Bani Israel yang telah tenggelam dalam lumpur materialistik. [2]



5) Saul (Paul)

Saul atau Paul lebih populer dengan Paulus berasal dari Bandar Tarsus, sebuah Bandar dagang bangsa Grik yang terpandang makmur ketika itu.[3] Sebuah kota di daerah Cecilia (kini Turki), beberapa tahun sebelum tiba era Kristen.[4]





2. Risalah-risalah murni Isa as

Wahyu Allah kepada setiap Nabi adalah untuk disampaikan kepada umatnya. Dalam keterbatasan ruang gerak dan waktu yang dibutuhkan, maka wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi-nabi sebelumnya, hanyalah kepada umat mereka sendiri. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam firmanNya:





“Sungguh Allah Telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (Ali Imran: 164)

Semua Nabi-nabi ini mendapat wahyu dari Allah untuk mengajarkan tauhid kepada umat mereka masing-masing. Tidak pernah Allah mengajarkan kepada salah seorang Nabi sekalipun untuk menyekutukanNya. Sejarah panjang umat manusia pun tidak pernah memperlihatkan bukti bahwa Allah pernah mengajak manusia untuk menyekutukanNya. Sebagimana firman Allah:

“ Lalu kami utus kepada mereka, seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): "Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)”.(Al-Mu’minun:32)

Nabi Nuh, Nabi Syuaib, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Yahya dan Nabi Isa yang diutus hanya kepada kaumnya, tidak mungkin akan menyampaikan Wahyu Allah kepada umat lainaau kepada seluruh umat manusia, yang tidak terjangkau oleh oleh komunikasi dan transportasi saat itu. Disamping itu ajaran mereka setiap saaat rawan akan perubahan oleh tangan-tangan manusia.

Oleh karena itu baik dalam Al-Qur’an maupun dalam kitab Taurat, kitab para Nabi dan Injil, dijelaskan bahwa para Nabi sebelum datangnya Nabi Muhammad saw menyampaikan pesan-pesan ajaran Allah yang terbatas dan sesuai dengan kondisi alam dan pemikiran manusia-manusia saat itu.

Alasan yang cukup kuat untuk mengutus Nabi sislih berganti adalah rawannya pemeliharaan kemurnian ajaran wahyu Allah kepada Nabi yang bersangkutan terhadap ambisi-ambisi manusia yang ingin mencemari dan merusaknya. Allah berfirman:

“ Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. mereka Berkata dusta terhadap Allah sedang mereka Mengetahui”. (Ali Imran:78)


Malah pada saat tertentu Allah mengutus dua rasul secara bersamaan, seperti Nabi Musa dan Harun as, serta nab Yahya (yang umat Kristen lebih mengenalnya dengan Yohanes pembaptis) dan Nabi Isa as.[5]

Dari pemaparan diatas jelaslah bahwa Isa as mengajarkan kepada tauhid, yaitu semata-mata menyembah pada Allah yang Esa. Menunjuki umatnya kepada jalan yang lurus, mengajak kepada kebaikan dan beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada Nabi-nabi sebelumnya. Sebagaimana Allah telah berfirman:

Dan kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. dan kami Telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik”.

Dalam ayat lain Allah berfirman:
“Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (Ash-Shaf: 6)

Dalam ayat ini Allah memberiyahukan kita bahwa Yesus menubuwatkan datangnya nabi Muhammad saw, sebagaimana dalam ayat lain allah berfirman:


“(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[574]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung. [574] Maksudnya: dalam syari'at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari'atkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis. (Al-A’rof: 157)

Dalam firman Allah yang lain, dijelaskan bahwa dakwah Isa As. Adalah membenarkan dan menggenapi hukum Taurat:


Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab[196], hikmah, Taurat dan Injil”. (Ali Imron: 48)



Bahkan injil pun membenarkan ayat Al-qur’an ini:


“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datanguntuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selam belum lenyap langit dan bumi ini, satu iotaatau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukm Taurat, sebelum semuanya terjadi”. (Matius 5:17-18)

Bahkan dalam Injilpun telah jelas-jelas dinyatakan bahwa dakwah Nabi Isa as dalah tauhid dan selalu mengajak kepada kebaikan. Berikut ayat-ayat lainnya dalam injil menyangkut dakwah Isa as:

“Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan daripadamu oleh Tuhan Allahmu, selain dari takut akan Allah (bertakwa), hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, (beramal saleh), mengasihi Dia, beribadah kepada Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, da dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan (hukum Taurat) yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu (selamat)”. (Ulangan, 10:12-13)


“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa”. (Markus 12:29)


Aku tidak berbuat apa-apa dari diriku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hl, sebagaimana diajarkan Bapa kepadaku”. (Yohanes 8:28)



Ayat ini menjelaskan bahwa Yesus menjalankan kegiatannya menyampaikan pesan-pesan sebagaimana yang disampaikan Bapa (Allah) kepadanya. Ini persis seperti Nabi-nabi Allah lainnya yang menerima wahyu dari Allah dan menyampaikan pesan-pesan yang diajarkan Allah tersebut. [6]

3. Pengikut Isa as

Pengikut Isa as yang mula-mula sekali terdiri atas kelompok-kelompok Yahudi di wilayah Galilia dan Judia, yang oleh kalangan sarjana-sarjana Bible (Biblical Sholars) dipanggil dengan Early Christians, yakni orang Kristen yang mula-mula sekali. Akan tetapi pada masa hidup Isa As. itu maupun pada masa berikutnya belum dikenal sebutan orang Kristen (Christians), mereka hanya dikenal oleh kalangan Yahudi lainnya, terutama oleh pihak-pihak yang menantang Isa As. itu, dengan sebutan Nazarenes, yakni para pengikut Orang Nazareth. Hal itu dikarenakan sekalipun Isa dilahirkan di Bethlehem, akan tetapi keluarganya menetap di kota kecil Nazareth dalam wilayah Galilia. Oleh karena itulah para Mukmin yang mula-mula itu di panggil pihak lawannya dengan sebutan pengikut Orang Nazareth atau Nazarenes, hal ini termaktub dalam injil mereka:

“for wehave found this man a pestilent fellow, and a mover of sedition among all the Jews throughout the world, and a ringleader of the sect of the Nazarenes”.

“Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan diantara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari ekte orang Nasrani”. (Kisah-kisah Rosul : 24:5).

Dan dari sebutan Nazarenes itulah lahir sebutan Nashara dalam bahasa Arab dan sebutan Nasrani dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan sebutan Christians ( Orang Kristen ) itu baru muncul pada masa belakangan (Kisah-kisah Rasul 11:26), yaitu jauh sepeninggal Yesus Kristus. Sebutan itu bermula lahir pada kota besar Antiokia di Syiria utara, sewaktu Barnaba dan Paulus menjalankan misinya dalam kota besar itu, yang mempunyai kedudukan sebagai ibukota imperium Roma untuk wilayah belahan timur. Disebabkan Barnaba dan paulus di dalam misinya tidak henti-hentinya menyatakan dan menegaskan bahwa Jesus itu adalah Christos (Al-Masih) maka orang sekitarnya memanggil mereka denganpangilan para pengikut Kristus (Christian ),dari situlah lahir sebutan orang kristen.[7]. BERSAMBUNG

_______________________
[1]WAMY, Gerakan Agama dan Pemikiran (Akar Ideologis dan Penyebarannya), Jakarta: Al-I’tishom Cahaya Umat, Cet. 4, 2003, hal. 391

[2] Ibid., hal. 392

[3]Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, Jakarta: Al-Husna Zikra, 1996, Cet. III, hal. 324

[4]Michael H. Hart, Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah, terj. H. Mahbub Djunaidi, Jakarta: Pustaka Jaya, 1988, Cet. X, hal. 59

[5]Sanihu Munir, Islam meluruskan Kristen, Surabaya: Victory Press, 2003, Cet. I , hal. 127

[6] Ibid., hal. 169

[7]Joesof Sou’yb, Op.Cit., hal. 321



About Ilham

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

News